reportaseupdate.com, Martapura – Mantan Bendahara Pengeluaran Samsat Kabupaten OKU Timur membuka jahatnya permainan oknum Samsat yang diduga bekerjasama dengan petinggi lainnya untuk memarkup pembayaran pajak kendaraan milik Pemda OKU Timur.
Hal tersebut terlihat setelah Ita mantan Bendahara Samsat Oku Timur dengan didampingi kuasa hukumnya, melaporkan kecurangan untuk memperkaya diri sindiri tersebut ke Kejaksaan Negeri Oku Timur kemarin (28/8).
Ita menceritakan bahwa hal tersebut bermula ketika dirinya bersama timnya mengkoreksi kitipan pajak kendaraan milik pemerintah daerah untuk penghitungan pembayaran. Saat dirinya melakukan pengecekan ternyata benar banyak kendaraan yang pembayaran pajaknya tidak sesuai.
“Seperti mobil dinas Sekda Oku Timur BG 6 Y yang seharusnya hanya Rp1.718.250 naik menjadi Rp 2.018.500 yang artinya ada selisih hintungan sebesar Rp 300.250 ribu. Kemudian ada kendaraan BG 7012 YZ yang seharusnya Rp 2.197.275 naik seratus persen menjadi Rp 4.887.950 artinya ada Rp 2.690.675 uang Negara yang tidak tahu kemana,” kata Ita

Yang lebih gilanya lagi, Samsat Okut Timur melanggar Keputusan Gubernur Sumsel bahwa mobil ambulan dalam bentuk apapun baik itu instansi maupun ambulan pribadi tidak lagi dikenakan kutipan pajak, pemilik mobil ambulan hanya membayar stiker seharga Rp 3 ribu rupiah saja untuk pajak Gubernur telah menggeratiskannya.
Dari hasil kroscek mantan Bendahara Samsat Oku Timur menemukan bahwa Samsat masih mengutip pacak, padahal dalam laporan tidak ada kutipan sama sekali hanya Rp 3 ribu rupiah, namun yang terjadi di Oku Timur pemilik ambulan harus membayar Rp2.873.000 ke Samsat Oku Timur.
Bayangkan saja, mantan bendahara hanya mencari data sedikit sudah menemukan kelebihan bayar sebesar Rp 34.670.350 untuk 32 kendaran dinas yang membayar pajak saja. Pemkab Oku Timur sendiri memiliki kendaraan ratusan unit dan ini sudah terjadi beberapa kali.
“kita sudah memberikan salinan bukti dan STNK yang kita kroscek ke kejaksaan, mudah-mudahan kejadian ini dapat dapat diproses lebih lanjut,”kata Ita
Sementara itu, Kepala Cabang Samsat Oku Timur, Budi Kurniawan mengaku telah mengetahui kejadian tersebut, namun Budi mengatakan jika dirinya tahu setelah dipanggil oleh Kejaksaan untuk dimintai keterangan.
“Kita masih menunggu hasil dari Kejaksaan dan menghormati apa yang dilakukan oleh pihak kejaksaan. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke atasan,” kata Budi.
Saat ditanya apakah yang bersangkutan atau yang menjadi terduga sudah dipanggil dan dimintai keterangan secara kedinasan ? Budi megatakan pihaknya sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan,” katanya















