• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Senin, April 20, 2026
ReportaseUpdate.com - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
ReportaseUpdate.com - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
No Result
View All Result

Di saat Kata Maaf itu Timpang Antara Masyarakat dengan PLN

Redaksi by Redaksi
Desember 27, 2025
0
Di saat Kata Maaf itu Timpang Antara Masyarakat dengan PLN
0
SHARES
52
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Buruknya Kinerja PLN ULP Baturaja di Bayar dengan Kata Maaf Saja

PLN tak perlu minta maaf !!! Hal itulah yang semestinya terjadi jika perusahaan milik negara tersebut memberikan pelayanan buruk kepada pelanggan, tapi jika pelanggan menunggak tagihan listrik, tak ada kata maaf dari PLN, yang ada hanya pemutusan aliran listrik kerumah pelanggan yang menunggak.

 

Oleh : Bagus Mihargo

BacaJuga

Ratusan Perlengkapan Sekolah Disalurkan PTPN 1 Regional 7 untuk Siswa di Lubuk Raja OKU

Lumpur Bersih, Air Jernih! Tirta Raja Bakal Kuras Jalur Pipa Bakung

Baturaja – Padahal sejatinya masyarakat adalah penopang utama jalannya industri listrik di Indonesia, masyarakat wajib membayar rekening listrik setiap bulannya tanpa ada kata keterlambatan bagi yang menggunakan meteran lama.

Apalagi untuk pengguna meteran token, jika tidak ada duit saat meteran habis token, alamat rumahnya akan gelap secara otomatis. Masyarakat harus dituntut mencari uang untuk isi token jika mau terang. Terus apa yang dilakukan masyarakat? Mereka mencari dan menyisihkan gajinya untuk membayar tagihan listrik bagaimanapun caranya wajib dibayar.

Bahkan ada masyarakat harus rela tidak mengisi perutnya dan keluarganya jika sudah waktunya bayar listrik, dipastikan uang itu dibayarkan ke PLN entah itu bayar tagihan setiap bulan atau perkara isi token. Ada juga yang rela meminjam uang kepada keluarga untuk membayar listrik, karena kata maaf saja tidak membuat petugas untuk memadamkan aliran listrik jika terlambat bayar.

Seperti dikutip dari https://dayaknews.com/kotawaringin-barat/telat-bayar-1-hari-mcb-meteran-listrik-dicabut-petugas-pln-ulp-pangkalan-bun/#google_vignette dalam portal tersebut, pelanggan hanya telat 1 hari saja, itupun karena yang bersangkutan ada dinas luar.

Bayangkan saja, hanya 1 hari, apalagi hanya kata maaf saja, sudah pasti malam hari rumah akan gelap gulita.

Oke itu tadi bahasan untuk masyarakat pelanggan PLN. Sekarang kita bahas dari sisi PLN, kita kasih contoh PLN Baturaja yang bisa dikatakan mengalami kemunduran. Betapa tidak, dalam waktu 1 bulan ini saja, sudah hampir 10 kali PLN melakukan pemadaman tanpa konfirmasi.

Tiba-tiba listrik padam tanpa kenal waktu, entah itu malam, siang,sore bahkan terakhir hari perayaan Natal saja PLN melakukan pemadaman listrik. Tidak main-main, durasinya lebih dari 1 jam, dan bahkan 5 jam.

Banyak warga yang dirugikan, tetapi hanya 1 kata yang keluar dari mulut Kepala PLN Baturaja , kata-kata yang tidak mempan dan berlaku bagi masyarakat atau pelanggan, yaitu MAAF.

Padahal, apa bedanya antara penjual dan pembeli, pelanggan dan pemasok, bahkan jika masuk dalam hukum dagang, pembeli atau pelanggan memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari penjual atau pemasok, tapi tidak untuk PLN, mereka membalik hukum tersebut seolah-olah masyarakat harus dituntut tunduk dan patuh kepada PLN dengan tidak boleh menuntut hak mereka terhadap pelayanan PLN.

Kata maaf bahkan menjadi senjata ampuh bagi PLN yang menuntut masyarakat harus memaklumi kata maaf tersebut.

Lanjut kita kembali ke Pelayanan PLN Baturaja, Kepala PLN yang baru dijabat beberapa bulan oleh Triyo Indrawan tersebut seolah mengalami kemunduran, ada saja pemadaman listrik, yang paling parah terjadi pada akhir Desember 2025 ini, di mana PLN tidak pernah memberitahu akan ada pemadaman, dan tidak pernah memberikan klarifikasi apa penyebab padamnya listrik yang selama hampir 5 jam tersebut.

Kepala PLN hanya meminta maaf karena pelayanan PLN kurang atau belum maksimal, padahal masyarakat tidak pernah ingin tahu bagaimana PLN memberikan pelayanan baiknya, masyarakat hanya tahu setiap bulan atau setiap abis token harus bayar.

Tanggapan dari media ini sendiri terkait buruknya pelayanan PLN ULP Baturaja sangat beragam, seharusnya kepala PLN memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, mampu mendengarkan keluhan masyarakat dari sudut pandang manapun.

Kata maaf dikeluarkan jika memang ada kendala atau permasalahan yang komplek seperti rusaknya jaringan terkena hujan dan badai, namun jika hanya masalah kabel terkena pohon atau kabel terkena lampu jalan rasanya tidak perlu meminta maaf, cukup perbaiki secepat mungkin.

Kemudian saat ini PLN menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan pemeliharaan jaringan atau jika terjadi kerusakan maka PLN menyerahkan sepenuhnya kepada vendor yang telah ditunjuk.

Seharusnya jika terus terjadi permasalahan berulang, PLN wajib melakukan monitoring secara langsung dan melakukan evaluasi terhadap kinerja vendor tersebut.

Dampaknya, listrik hanya akan padam ketika PLN melakukan perawatan rutin, itupun ada pemberitahuan dan pemadaman tidak lebih dari 4 jam.

Karena masyarakat memiliki hak atas apa yang telah dikeluarkannya, ingat apa yang diberikan negara kepada pegawai PLN adalah keringat dan tenaga masyarakat yang diubah menjadi uang kemudian dibayarkan ke tagihan dan diberikan untuk anak istri pegawai PLN.artinya ada tanggung jawab besar yang diemban oleh pegawai PLN untuk membalas apa yang sudah diusahakan masyarakat untuk membayar tagihan listrik (**)

Previous Post

Pemkab Gandeng BPKH Dalam Upaya Percepatan Pengembangan Tirta Raja dan Pembangunan TPST (RDF)

Next Post

Direktur Tirta Raja Dampingi Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp1,2 Miliar ke Pariaman

Related Posts

Ratusan Perlengkapan Sekolah Disalurkan PTPN 1 Regional 7 untuk Siswa di Lubuk Raja OKU
Daerah

Ratusan Perlengkapan Sekolah Disalurkan PTPN 1 Regional 7 untuk Siswa di Lubuk Raja OKU

by Redaksi
April 18, 2026
0

PTPN 1 Regional 7 Baturaja menyalurkan bantuan pendidikan berupa komputer, printer, dan perlengkapan sekolah untuk tiga sekolah di Desa Lekis...

Read moreDetails
Lumpur Bersih, Air Jernih! Tirta Raja Bakal Kuras Jalur Pipa Bakung

Lumpur Bersih, Air Jernih! Tirta Raja Bakal Kuras Jalur Pipa Bakung

Maret 29, 2026
SMBR Gelar Edukasi Publik, Waspadai Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online Ilegal

SMBR Gelar Edukasi Publik, Waspadai Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online Ilegal

Maret 2, 2026
Bupati OKU Rotasi 96 Pejabat Administrator, Kepsek Hingga Kapuskes

Bupati OKU Rotasi 96 Pejabat Administrator, Kepsek Hingga Kapuskes

Februari 15, 2026
Hujan Deras, Bupati Tetap Tinjau Pasar Tradisional

Hujan Deras, Bupati Tetap Tinjau Pasar Tradisional

Februari 15, 2026

Follow Us

Menjadi salah satu media profesional di Papua dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

KATEGORI UTAMA

  • Daerah
  • Hukum
  • Internasional
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
  • Utama

Berita Terbaru

Ratusan Perlengkapan Sekolah Disalurkan PTPN 1 Regional 7 untuk Siswa di Lubuk Raja OKU

Ratusan Perlengkapan Sekolah Disalurkan PTPN 1 Regional 7 untuk Siswa di Lubuk Raja OKU

April 18, 2026
Lumpur Bersih, Air Jernih! Tirta Raja Bakal Kuras Jalur Pipa Bakung

Lumpur Bersih, Air Jernih! Tirta Raja Bakal Kuras Jalur Pipa Bakung

Maret 29, 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023 www.reportaseupdate.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2023 www.reportaseupdate.com