Penulis : Azwar Aripin / Kak IPIN ( Tokoh Muda & Pengamat Sosial OKU)
Setiap 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum refleksi atas keteguhan ideologi negara yang menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, keadilan, dan arah pembangunan bangsa. Pancasila bukan sekadar warisan historis, tetapi juga pedoman aktual yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk di daerah seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Di tengah dinamika globalisasi dan perubahan sosial, Pancasila hadir sebagai filter dan kompas agar pembangunan daerah tidak sekadar berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjunjung nilai kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Hal inilah yang perlu menjadi pijakan dalam setiap kebijakan daerah, terutama program unggulan Bupati OKU dalam gerakan “Sayangi OKU”.
Implikasi terhadap Pembangunan Kabupaten OKU
Dimensi Persatuan (Sila ke-3)
Pembangunan tidak akan berjalan tanpa stabilitas sosial dan politik. Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan pentingnya menjaga harmoni antarwarga OKU yang multietnis dan multikultural. Program Sayangi OKU harus mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan sebagai modal sosial pembangunan.
Keadilan Sosial (Sila ke-5)
Salah satu tantangan OKU adalah kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan. Refleksi Pancasila menuntut agar pembangunan merata, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Program Sayangi OKU perlu memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar menyentuh rakyat kecil, bukan hanya proyek berskala besar.
Nilai Gotong Royong (Sila ke-2 & ke-4)
Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan APBD dan birokrasi. Spirit gotong royong menjadi modal penting dalam mengatasi masalah-masalah lokal, mulai dari pengangguran, lingkungan, hingga pengelolaan sampah. Sayangi OKU harus memfasilitasi tumbuhnya partisipasi masyarakat, UMKM, serta peran pemuda dalam pembangunan.
Integritas dan Kepemimpinan (Keteladanan Sila ke-1)
Pancasila mengajarkan kepemimpinan yang berorientasi pada ketuhanan, moral, dan etika publik. Bupati dan jajaran pemerintahan OKU dituntut menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai refleksi atas amanah, sehingga setiap kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat dan bebas dari kepentingan sesaat.
Program “Sayangi OKU” dalam Bingkai Pancasila
Program Sayangi OKU sejatinya adalah gerakan pembangunan yang humanis: mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah. Jika dijalankan dengan ruh Pancasila, program ini tidak hanya menjadi slogan, melainkan:
1. Sayangi lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pelestarian alam.
2. Sayangi rakyat kecil dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan jaminan sosial.
3. Sayangi generasi muda dengan pendidikan berkualitas dan digitalisasi sekolah.
4. Sayangi kebudayaan lokal melalui pelestarian nilai-nilai adat, seni, dan tradisi OKU.
Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum bagi Kabupaten OKU untuk meneguhkan kembali arah pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa. Program Sayangi OKU akan bermakna dan berdampak nyata jika diimplementasikan dengan semangat Pancasila—yakni pembangunan yang berkeadilan, berorientasi pada kesejahteraan rakyat, serta menjaga persatuan dan kearifan lokal.Selamat Hari Kesaktian Pancasila.Majulah Indonesiaku















